Subscribe to my full feed.

Thursday, April 01, 2004

dibawah ini tulisan seorang kerah putih bernama Misbach...

Pemilu tinggal dalam hitungan hari, semarak kampanye
sekarang pun sudah memasuki tahap akhir. Apa yang kita
dapat dari kampanye ini? Sulit untuk menjawabnya
karena hampir semua partai mendendangkan lagu lama,
perulangan isi kampanye 1999. Tapi ada sebuah fenomena
yang menarik, kebangkitan kembali orde baru. Dengan
keyakinan penuh, foto Soeharto mengisi ruang-ruang
pribadi kita lewat media massa : televisi, koran.

Kesadaran kita, kalau memang masih tersisa, tergugah
mendengar jargon-jargon lama Orba yang kembali
bergema: kestabilan politik, keamanan dan kamakmuran
ekonomi. Apalagi dampak krisis ekonomi masih tetap
dirasakan walau 5 tahun sudah berlalu. Data-data
statistik bahkan menunjukkan angka pengangguran
meningkat, rakyat yang miskin terus bertambah, dan
ekspektasi terhadap masa depan yang lebih baik kian
meredup. Ekonomi sepertinya jalan ditempat, sementara
negara2 lain, seperti Korea dan Thailand, sudah mulai
berlari full speed.

Apa yang telah diperbuat pemerintah dalam 5
tahunterakhir ini? Jawabannya mudah : Tidak ada
perubahan yang berarti. Duet Gus Dur - Mega maupun
Mega - Hamzah nyata-nyata sudah gagal memberikan
kehidupan yang lebih baik, kenapa mesti memilih mereka
lagi? Sementara Gunung tembaga di tanah Papua terus
dikeruk dan di bawa ke Amerika, ladang-ladang minyak
dikuasai asing, tiap hari hutan-hutan kalimantan
digunduli dan di bawa ke Malaysia. Sementara bangsa
lain hidup makmur dengan kekayaan negeri ini, kita
harus cukup puas hidup dengan UMR dan
berhimpit-himpitan di gang-gang sempit. Bahkan ketika
wabah DBD telah memakan banyak nyawa manusia dan
bergelatakan di lorong-lorong rumah sakit, baru elit
pemerintah bergerak dengan setengah hati. Kampanye dan
pemenangan pemilu lebih menjadi fokus utama mereka.
Pemerintah macam apa ini.

Perubahan, merupakan sebuah kata yang kita perlukan
untuk kehidupan dan masa depan yang lebih baik. Kita
harus berani menarik garis tegas tehadap masa lalu
yang merupakan sumber kesengsaraan masa kini. Artinya,
kita harus berani menolak hal-hal yang berhubungan
dengan Orde Baru dan reinkarnasinya. Terlepas dari
setuju atau tidak, ikut atau tidak, pemilu adalah
ajang peralihan kekuasaan yang damai. Inilah
kesempatan untuk melakukan perubahan, dan kita harus
mengambilnya.

Harus ada keberanian untuk mengatakan ENOUGH IS ENOUGH
dan tidak memilih Golkar Merah - PDIP, Golkar Kuning -
Partai Golkar, Golkar Tulen - PKPB. Ditambah partai2
lain yang menganut ideologi ORBA. Kesadaran ini harus
disebar luaskan agar perubahan itu benar-benar menjadi
kenyataan.

Selamat Mencoblos.